Penggalan kalimat di atas pernah berhari-hari, berbulan-bulan bahkan beberapa tahun nangkring di otak saya...
siapa yang masih peduli sama saya ?
apa yang membuat orang peduli kepada saya ?
apakah semua orang sesibuk itu sehingga tdk peduli dengan saya ?
apakah saya ini memang tidak pantas mendapat perhatian ?
kenapa Tuhan berikan cobaan berat sekali ?
kenapa tidak segera dapatkan solusi ?
kenapa mau bangkit saja susah banget ?
kenapa selalu terbayang-bayang kegagalan di masa lalu ?
kenapa kok sudah lama tapi usaha / pekerjaan ngak maju-maju ?
apa yang salah dengan saya ?
.
.
.
.
.
.
.
.
Saya menghilangkan semua pertanyaan dan keragu-raguan di atas dengan melakukan hal ini :
1. Saya tidak mempedulikan orang akan suka atau ngak dengan bisnis yang
saya kerjakan, yang penting saya jujur dan memberikan sepenuh hati
saya.
2. Saya mencoba memberikan seluruh kemampuan dan perhatian saya untuk usaha / pekerjaan yang saya geluti
3. Saya berusaha mengajak orang lain untuk ikut dapat rejeki dari bisnis saya
4. Saya tetap yakin, sebanyak apapun saya rugi dan gagal, Tuhan akan
memberikan lebih banyak kesuksesan daripada kegagalan saya, akan selalu
ada solusi untuk masalah apapun
5. Saya yakin sepenuh hati
saya, bahwa Tuhan memang sedang menerapkan ujian kenaikan level
kehidupan kepada saya, jadi memang rasanya tidak enak dan tidak nyaman
6. Saya memahami bahwa ketika orang lain sibuk, tidak ada yang
memperhatikan saya, Tuhan tetap setia menemani dan mendampingi saya
dalam berkarya
7. Saya tidak akan minta diperhatikan, tapi saya akan berusaha memperhatikan orang lain
8. Saya meyakini banget bahwa Tuhan tidak akan terlambat, Tuhan akan hadir di saat yang tepat.
Mari bangit, berkarya demi masa depan kita semua

Tidak ada komentar:
Posting Komentar